Kamis, 13 November 2014

Gelora Kawah Candradimuka I

Bahwa terindikasikan banyak  terjadi kemerosotan nilai-nilai luhur Bangsa nan elok yang diberkahi berjuta karunia alam raya ini. Nilai-nilai karakter yang sudah terpelihara dengan amat sangat murni dari tercetusnya awal sejarah bangsa yang konon wlayahnya hampir mencakup daratan dan lautan Asia tenggara sekarang ini. Nilai-nilai yang luhur perlahan harus tergerus oleh sebuah rongrongan arus global yang semakin menjadi-jadi akibat filterisasi yang masih sangat kasar dalam memenerima pengaruh dari internal maupun eksternal sesuatu yang dinamakan perubahan. Ibaratnya bak sudah kehilanngan karakter aslinya, bangsa ini terombang-ambing tidak karuan di tengah-tengah lautan kemajuan zaman teknologi dan informasi yang menghancurkan batas-batas wilayah negara dan benua.

Bangsa ini belum bisa dan tidak terlalu percaya diri untuk berdiri dikaki sendiri sebagaimana fenomena belakangan ini dimana bangsa kita selalu ketergantungan terhadap bangsa-bangsa lainnya, sebut saja dalam aspek perekonomian. Betapa kita mengalami ketergantungan terhadap barang-barang dan jasa impor. Jika pasar global berkecamuk terkena guncangan maka perekonomian dalam negeripun tak ayal mengalami keguncangan. Peserta didik sebagai pemegang tonggak pergerakan bangsa berikutnya tentunya haruslah memiliki sebuah karakter Mandiri, karakter berdikari. Dahulu pada era presiden Soekarno menjabat sebagai pimpinan tertinggi revolusi bangsa ini, Ia menggelorakan konsep Berdikari sebagai sebuah konsep atas kemandirian bangsa. Konsep yang juga mengilhami beberapa negara di Afrika dan Asia agar percaya pada kekuatan sendiri, percaya pada tenaga sendiri, percaya bisa berdiri di kaki sendiri.  Guna memperbaiki ini semua, tidak lain pendidikan selalu digadang-gadang sebagai obat penyembuh mujarab yang dipercaya masyarakat. 
Tapi Apalah mau dikata, kawah candara dimuka yang mencetak para pendidik ini terlalu dikekang oleh sebuah nama besar yang harus dijaga dengan baik. apapun suara- suara yang melontarkan martir. diberangusnya. calon pendidik yang tidak terdidik untuk bebas. terkungkung, terkekeng, TIDAK ADA KEBEBASAN DISINI. 

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda