Gelora Kawah Candradimuka I
Bahwa
terindikasikan banyak terjadi
kemerosotan nilai-nilai luhur Bangsa nan elok yang diberkahi berjuta karunia
alam raya ini. Nilai-nilai karakter yang sudah terpelihara dengan amat sangat
murni dari tercetusnya awal sejarah bangsa yang konon wlayahnya hampir mencakup
daratan dan lautan Asia tenggara sekarang ini. Nilai-nilai yang luhur perlahan
harus tergerus oleh sebuah rongrongan arus global yang semakin menjadi-jadi akibat
filterisasi yang masih sangat kasar dalam memenerima pengaruh dari internal
maupun eksternal sesuatu yang dinamakan perubahan. Ibaratnya bak sudah
kehilanngan karakter aslinya, bangsa ini terombang-ambing tidak karuan di
tengah-tengah lautan kemajuan zaman teknologi dan informasi yang menghancurkan
batas-batas wilayah negara dan benua.
Bangsa
ini belum bisa dan tidak terlalu percaya diri untuk berdiri dikaki sendiri
sebagaimana fenomena belakangan ini dimana bangsa kita selalu ketergantungan
terhadap bangsa-bangsa lainnya, sebut saja dalam aspek perekonomian. Betapa
kita mengalami ketergantungan terhadap barang-barang dan jasa impor. Jika pasar
global berkecamuk terkena guncangan maka perekonomian dalam negeripun tak ayal
mengalami keguncangan. Peserta didik sebagai pemegang tonggak pergerakan bangsa
berikutnya tentunya haruslah memiliki sebuah karakter Mandiri, karakter
berdikari. Dahulu pada era presiden Soekarno menjabat sebagai pimpinan tertinggi
revolusi bangsa ini, Ia menggelorakan konsep Berdikari sebagai sebuah konsep atas
kemandirian bangsa. Konsep yang juga mengilhami beberapa negara di Afrika dan
Asia agar percaya pada kekuatan sendiri, percaya pada tenaga sendiri, percaya
bisa berdiri di kaki sendiri. Guna memperbaiki
ini semua, tidak lain pendidikan selalu digadang-gadang sebagai obat penyembuh
mujarab yang dipercaya masyarakat.
Tapi Apalah mau dikata, kawah candara dimuka yang mencetak para pendidik ini terlalu dikekang oleh sebuah nama besar yang harus dijaga dengan baik. apapun suara- suara yang melontarkan martir. diberangusnya. calon pendidik yang tidak terdidik untuk bebas. terkungkung, terkekeng, TIDAK ADA KEBEBASAN DISINI.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda